Menikmati Telaga Sigebyar

image

TELAGA Sigebyar Mangunan , kecamatan Petunngkriyono , Kabupaten Pekalongan bisa ditempuh dari Kajen menuju Kecamatan Petungkriono, dengan menempuh waktu sekitar 2 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan mobil atau motor.Akses jalan menuju wisata tersebut sudah beraspal mulus namun berkelak kelok dan naiik turun.

Setelah sampai di Dukuh Mangunan, wisatawan bisa menitipkan mobil atau sepeda motor di kantong parkir yang telah disediakan pengelola wisata. Wisatawan cukup membayar Rp 7 ribu, biaya tersebut termasuk parkir dan tiket wisata.

 Setelah itu, wisatawan harus berjalan kaki sejauh 600 meter di trek jalan menanjak selebar dua meter. Meskipun berbatu namun jalan yang dibangun secara swadaya oleh warga menggunakan dana Desa (DD) ini, wisatawan disuguhkan pemandangan pegunungan dan perkebunan sayur warga yang hijau.

Ketika sampai di Telaga Sigebyar Mangunan, Wisatawan disambut dengan jernihnya telaga di ketinggian 1.500 mdpl yang memiliki luas 2 hektar, dengan latar pegunungan Kendeng, batas antara Kabupaten Pekalongan dan Banjarnegara.

Ketua DPRD Dra Hj Hindun MH saat hadir dalam kegiatan launching ikut menjajal keindahan telaga Sigebyar dengan menaiki kano meluncur di tengah telaga yang dikelilingi panorama eksotis.

Melengkapi wisata Telaga Sigebyar Mangunan, Bupati Pekalongan H Asip Kholbihi berjanji  bakal membuka jalur pendakian ke Puncak Pegunungan Kendeng di ketinggian 2.040 mdpl. Untuk menuju puncak, wisata butuh waktu dua jam pendakian."Dari puncaknya kita bisa melihat panorama alam Kabupaten Banjarnegara, Batang, Kota Pekalongan dan Pemalang," tukas Bupati.

Sementara Kepala Desa Telogohendro, Kaslam mengatakan, upaya membuka destinasi wisata Telaga Sigebayar Mangunan memakan waktu selama tiga bulan, dari membuka akses jalan dan membersihkan kawasan sekitar Telaga.

"Kita gunakan dana Bumdes sebesar Rp. 125 juta untuk menggembangkan wisata ini, dengan menggandeng Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), kita libatkan juga masyarakat dalam kegiatan kerja bakti yang dilakukan seminggu sekali," katanya.

Telaga Sigebyar Mangunan belum dikenal oleh masyarakat luas. Padahal setiap Bulan Syuro, warga Desa Tlogohendro melakukan Nyadran dengan menyembelih kambing. Sedangkan 3 tahun sekali menyembelih  sapi bule kemudian dilarung di telaga Sigebyar Mangunan. "Sekarang sudah mulai ramai, setiap akhir pekan setidaknya 200 wisatawan mengunjungi Telaga Sigebyar Mangunan ini," pungkasnya.

 


Wed, 3 Apr 2019 @09:46


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kategori
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Copyright © 2019 Hindun.info · All Rights Reserved
powered by sitekno